GBIA SEMARANG Headline Animator

omakase

IMAN

IMAN TIMBUL DARI PENDENGARAN, DAN PENDENGARAN AKAN FIRMAN ALLAH. TANPA IMAN YANG BENAR, MAKA MANUSIA AKAN MELAYANI ALLAH TANPA PENGERTIAN YANG BENAR. DAN HAL ITU SAMA SEKALI TIDAK MENYENANGKAN ALLAH (ROMA 10:1-3, 17)
Showing posts with label Isu Kekristenan Masa Kini. Show all posts
Showing posts with label Isu Kekristenan Masa Kini. Show all posts

Saturday, 24 January 2009

RICK WARREN MEMUJI OBAMA YANG MENGUNDANG USKUP HOMOSEKSUAL

Rick Warren memberi pujian atas undangan Barack Obama kepada Uskup Episkopal yang homoseksual, V. Gene Robinson, untuk berdoa di acara angkat sumpah presiden hari Selasa lalu (Christianity Today Blog, 13 Jan. 2009). Warren mengatakan: "Presiden terpilih Obama telah sekali lagi menunjukkan komitmennya yang sungguh untuk membawa semua rakyat Amerika yang berkeinginan baik untuk mencari titik temu bersama. Saya memuji keinginannya untuk menjadi presiden dari semua rakyatnya." Sedangkan, Robinson, yang jauh lebih jujur, mengatakan bahwa Allah kepada siapa Warren berdoa, "bukanlah Allah yang saya kenal" dan bahwa dia akan berdoa dalam nama sebuah berhala yang ia sebut "Allah pengertian kami yang banyak" ("All Things Considered," National Public Radio, 13 Jan. 2009). Ini adalah bukti lebih lanjut lagi akan kompromi rohani Warren yang sangat dalam. Bisa saja tugas Barack Obama adalah untuk "menjadi presiden bagi semua rakyat" (yang justru bagi saya berarti dia tidak boleh memilih seseorang yang sedemikian kontroversial, yang membantu menghancurkan satu denominasi, untuk memimpin doa), tetapi sebagai seorang pengkhotbah, tugas Rick Warren adalah untuk menyampaikan Firman Tuhan di tengah-tengah angkatan yang jahat dan penuh zinah ini, dan bukannya melontarkan kata-kata politis yang manis-manis. Ia seharusnya dengan terus terang mengatakan bahwa V. Gene Robinson tidak memenuhi syarat menjadi seorang "uskup" (penilik). Bahkan, sebagai seorang yang kacau moral dan tidak bertobat yang melanggar janji pernikahannya untuk hidup bersama dengan laki-laki lain, ia bahkan tidak masuk syarat menjadi anggota jemaat biasa. Anggota-anggota jemaat Korintus memang adalah orang-orang dengan segala jenis dosa sebelum mereka selamat, tetapi mereka telah bertobat dan telah berubah: "Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita" (1 Kor. 6:9-11).

Sumber : Way of Life
Penerjemah : Dr. Steven Liauw

Readmore...

USKUP EPISKOPAL MENYANGKAL ADANYA NERAKA DAN MENGATAKAN BAHWA MANUSIA TIDAK PERLU LAHIR BARU

Uskup Episkopal yang telah pensiun, John Spong, mengatakan bahwa Neraka adalah ciptaan gereja. Dalam sebuah wawancara dengan Keith Morrison dari "Dateline NBC," 31 Agus. 2006, uskup yang sangat kacau ini berkata: "Saya rasa neraka tidak eksis. Saya percaya ada kehidupan setelah kematian, tetapi saya rasa tidak akan ada istilah pahala dan penghukuman. Agama selalu mencoba untuk mengendalikan. ....Gereja tidak suka orang bertumbuh, karena anda tidak bisa mengendalikan orang-orang dewasa. Itulah sebabnya kita sering berbicara mengenai lahir baru. Kalau anda lahir baru, anda kembali menjadi anak kecil. Manusia tidak perlu lahir baru, mereka perlu menjadi dewasa. Mereka perlu menerima tanggung jawab atas diri mereka sendiri dan atas dunia." Dalam bukunya, "Rescuing the Bible from Fundamentalism, " tahun 1991, Spong mengatakan: "Apakah saya mengusulkan bahwa cerita tentang kelahiran dari perawan adalah tidak benar secara literal? Jawabannya secara sederhana adalah `Ya.' Tentu saja narasi-narasi ini tidak secara literal benar. Bintang tidak bergerak-gerak, malaikat tidak bernyanyi, perawan tidak melahirkan, orang majus tidak pergi ke negeri yang jauh untuk memberikan hadiah kepada seorang anak kecil, dan gembala-gembala tidak mencari-cari juruselamat yang baru lahir." Denominasi yang membiarkan satu saja pengkhotbah untuk memegang kesesatan dan penghujatan seperti ini tanpa melakukan disiplin padanya, tidak berhak untuk disebut Kristen, dan Gereja Episkopal di Amerika telah mengizinkan hal seperti ini untuk terjadi sejak awal abad kedua puluh. Tidak heran mereka kini menahbiskan homoseksual. Sebuah "gereja" yang liberal theologinya, akan menjadi immoral dalam tingkah lakunya.

Sumber : Way of Life
Penerjemah : Dr. Steven Liauw (GITS)
Readmore...

PARA ENTERTAINER KESEMSEM DENGAN OBAMA

Industri entertainment yang sangat kotor itu, saat ini sedang kesemsem dengan presiden Barack Obama. Aktor George Clooney mengatakan, "Ia masuk ke sebuah ruangan dan ANDA INGIN MENGIKUTI DIA KE SUATU TEMPAT, KE MANA SAJA," dan aktris Halle Berry setuju, "SAYA AKAN MELAKUKAN APAPUN YANG IA KATAKAN. Saya akan mengumpulkan gelas kertas dari lantai untuk membersihkan jalan baginya" (Politico, 20 Feb. 2008). Ketika milyarwan New Age, Oprah Winfrey memperkenalkan Obama tanggal 11 Desember 2007, di Columbia, South Carolina, Winfrey menyebutnya "PEMIMPIN YANG TELAH BEREVOLUSI" dan berkata, "Kita ada di sini untuk berevolusi ke tingkat yang lebih tinggi." Dia juga mengatakan bahwa Obama adalah "kekuatan bagi perdamaian" yang dapat mematahkan segala hal yang memisahkan, termasuk ras dan politik dan agama. Penyanyi pop/aktris Jennifer Lopez dengan semangat berkomentar, "WASHINGTON TIDAK PERNAH MEMILIKI BINTANG ROCK YANG LEBIH BESAR LAGI DI POSISI PEMIMPIN, dia benar-benar terlalu hebat" (The Himalayan Times, 21 Jan. 2009, hal. 14). Dia benar. Obama adalah bintang rock karena dia melambangkan relativisme moral, kekristenan yang korup dan anti-Alkitab (dia menyangkali ketiadasalahan Kitab Suci, membenci dogma, menentang doktrin neraka dan keselamatan hanya melalui Kristus), dan mistikisme New Age (kita bisa menciptakan dunia baru melalui inisiatif kita sendiri yang ilahi dan kuasa pikiran positif). Kita sedang bergerak cepat menuju akhir dari zaman ini, tetapi ini bukanlah waktu untuk sembunyi di lubang dan menimbun makanan; ini bukanlah waktu untuk merasa ragu dan takut; ini adalah waktu untuk bangun dari letargi rohani, percaya pada Allah, hidup dalam ketaatan dan kekudusan, dan mencoba memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus sebelum terlambat. "Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!" (Rom. 13:11-12)

Sumber : Way of Life
Penerjemah : Dr. Steven Liauw (GITS)


Readmore...

RICK WARREN BERDOA DALAM NAMA KRISTUS YANG PALSU

RICK WARREN BERDOA DALAM NAMA KRISTUS YANG PALSU
Berikut ini disadur dari Daniel Cordell, "Praying in the Name of Isa," Lovefortruth. com, 20 Jan. 2009: "Hari ini, dalam doa Pengangkatan Sumpah Presiden, Rick Warren berdoa dalam nama `Yeshua, Isa, an Yesus.' Sepertinya tiga nama yang dipakai Warren di sini dimaksudkan kepada tiga (yang disebut) "iman Abrahamik," yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam. Yang signifikan di sini adalah nama "Isa" dipakai dalam doa Warren yang semestinya "Injili." "Isa" hanya terdapat dalam Quran dan digunakan oleh orang Muslim. Orang-orang Kristen di Arab sekalipun tidak menggunakan nama `Isa,' melainkan `Yesua.' Saya pernah tinggal dan mempelajari Arab dalam salah satu negara Muslim yang dikunjungi Warren, dan saya rasa ia tahu bahwa komunitas Kristen Arab menyebut Yesus dengan nama `Yesua,' bukan `Isa' sebagaimana orang Muslim. `Isa' bukanlah nama Yahudi, tetapi Palestina. `Isa' tidak mati di kayu salib, tetapi orang lain menggantikan dia. `Isa' adalah nabi Muslim. `Isa' hanya ditemukan di Quran. Nama `Isa' sama sekali tidak memiliki dukungan Alkitab. Namun demikian, Rick Warren berdoa dalam nama `Isa.'" [Editor: Nama `Isa' adalah kesalahan Muhammad yang tertukar antara "Esau" dengan "Yesus." `Isa' adalah `Esau' dalam bahasa Ibrani, dan berarti "rambut" atau "merah." Sedangkan "Yesus" berasal dari nama Ibrani "Yosua" yang berarti "Yehovah menyelamatkan. " Jadi, orang Kristen yang berpengertian, tidak menyamakan "Isa" dengan "Yesus."]
Readmore...

Tuesday, 20 January 2009

TEN REASONS WHY YOU SHOULD SEND YOUR CHILD TO A CHRISTIAN SCHOOL

The Christian school movement is the fastest growing educational movement in America today. The U.S.NEWS AND WORLD REPORT and CHRISTIAN LIFE magazines have referred to the rapid proliferation of Christian elementary and secondary schools as the "Boom in Protestant Schools" and "The Christian School Explosion." Christian schools are currently being established across the United States at the rate of two new schools a day.

In California we average one new Christian school each week. Obviously parents by the thousands have opted to send their youngsters to Christian schools as opposed to secular public schools. As a parent who sends my children to Christian schools and speaks to thousands of parents on the radio and on tour, permit me to share ten reasons why you should send your children to Christian schools:

ONE: You are accountable to God for what your children are taught in school. Proverbs 22:6 is a direct command to parents. It says, "Train up a child in the way he should go..." What your children are taught in school should be a direct extension of your parental views. The teachers under whom your children are taught should be the kind of teachers you would personally hire if your children were being educated in your home.

TWO: Christian schools offer a better level of instruction. There is no question about it. The test scores over a long period of years are conclusive. The annual Stanford Achievement Test administered to first through eighth grade Christian school students in the western states shows these students to be seven to nineteen months ahead of the national norm in reading, and seven to thirteen months ahead of the national norm in all subject areas.

THREE: The Bible does not teach that children should be exposed to all kinds of sin. We are to train "up" a child, not point him downward. Children do not grow spiritually stronger in a negative non-Christian environment.

Students do not become stronger Christians by being taught non-Christian thinking, but by being taught Christian thinking, and there is no such person as a "neutral" school teacher who neither advances nor inhibits religion. School represents 16% of your child's time. It is prime time, a training time, and Christian school education represents a positive Bible- centered form of instruction that will build a child up in the faith- -not tear him down. Proverbs 19:27 says, "Cease, my son, to hear the instruction that causeth to err from the words of knowledge."

FOUR: The Christian school is right for your child because the Christian school has not cut itself off from the most important book in the world--the Bible. Without the Bible, education is nothing more than the blind leading the blind. Standards for morality must be taken from Scripture alone, not from situations as often taught in secular schools. As Theodore Roosevelt stated, "To train a man in mind and not in morals is to train a menace to society."

FIVE: The Christian school provides an opportunity for your child to witness for Christ. This surprises some people because they assume all students in a Christian school are Christians. In most cases a majority are Christian; however, in every Christian school there are always some students who need the Savior. Christian students are trained and encouraged to reach these youngsters for Jesus Christ. Witnessing in a Christian school has the support of parents, students, teachers, administration and the school board. Presenting Christ as Savior is not illegal in a Christian school.

SIX: Christian school educators teach all subject matter from a Christian context. They put the Bible at the center of the curriculum and ask students to evaluate all they see in the world through the eyes of God. To quote Dr. Roy Zuck,

The secular vs. Christian school issue is really a question of whether a child will learn to view life from man's perspective or God's perspective. From man's viewpoint, history is purposeless; from God's viewpoint, history has meaning. From man's viewpoint, science is the laws of "nature" at work; from God's viewpoint, science is the outworking of His laws.

In a Christian school, a student is exposed to the centrality of God in all of life. In public education, a student is legally "sheltered" from this important dimension of education.

SEVEN: Christian schools support the family as the number one institution of society. Christian school educators train students to respect their parents. These educators agree with the early American patriot, Noah Webster, who said, "All government originates in families, and if neglected there, it will hardly exist in society."

EIGHT: "The atheists have, for all practical purposes, taken over public education in this country." Shocking words, yes, but they were spoken by a prominent public school educator, Dr. W.P.Schofstall, former Arizona State Superintendent of Schools. Paradoxically, many public school personnel openly support Christian school education.

As a matter of fact, the largest group of parents who send their children to Christian schools are public school teachers and principals. I conducted a nationwide survey among these public school educators. The following statement is typical of the responses I received:

I prefer to send my children to a Christian school because Christ is central to all information taught and caught. The public school is basically humanistic and materialistic in its approach to life and the fundamental questions of human existence and purpose. The Christian school holds a unique position with the home and the church.

NINE: Christian school educators maintain discipline in the classroom and on the playground. Without a reasonable standard of discipline, the process of education is severely hampered. "For whom the Lord loves, He disciplines..." the Bible teaches. And it is within that context of love that discipline is carried out in a Christian school. This important feature of education is rapidly disappearing from the public school education. According to the recent GALLUP POLL OF PUBLIC ATTITUDES TOWARDS EDUCATION,

Lack of discipline in the public schools again heads the list of problems cited most often by survey respondents. Discipline has, in fact, been named the number one problem of the schools in seven of the last eight years. New evidence of its importance comes from the special survey of high school juniors and seniors. An even higher percentage of this group names discipline as the leading problem faced by the public school.

TEN: "We believe that our children are gifts of the Lord. We are responsible to train them according to His Word not only at home and in church, but in school as well." This statement was made by a parent in response to a question on an application form for enrollment of his children at Delaware County Christian School in Newtown Square, Pennsylvania.

More and more parents, especially Christian parents, are coming to the conclusion that secular public education and most of its teachers and principals no longer represent their personal parental views. These parents are exercising their freedom of choice and sending their children to Christian schools and colleges.

Note: The first chapter of this book has over the past two years been published in newspapers and national magazines for a total circulation of more than one million copies. It first appeared in 1975 in Dr. Clyde Narramore's magazine PSYCHOLOGY FOR LIVING. Then Dr. Jerry Falwell secured permission to publish it in his national publication FAITH AFLAME.

It appeared later in several denominational publications and a variety of newspapers. Because of its wide circulation I do not claim copyright. This of course does not pertain to the remaining chapters. Most chapters of this book have appeared in recent issues of a one page publication called CHRISTIAN SCHOOL COMMENT. They were originally written with this book in mind. Each chapter has been updated, rewritten and rearranged to fit the sequential needs of this volume.

by Paul A. Kienel
Readmore...

Friday, 16 January 2009

PIKIRAN ALLAH VS MANUSIA

"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN" (Yes. 55:8). Perhatikanlah beberapa hal yang menggambarkan betapa benarnya pernyataan ini. Mengenai kecantikan, manusia berpikir itu adalah sesuatu yang sungguh mulia, tetapi Allah mengatakan itu adalah kesia-siaan (Ams. 31:30). Mengenai kekayaan, manusia merasa bahwa itulah sesuatu yang patut diingini dan dipuji-puji, tetapi Allah mengatakan bahwa cinta uang adalah akar segala kejahatan (1 Tim. 6:10) dan "jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali" (Ams. 23:4-5). Mengenai orang-orang yang berkedudukan, manusia berpikir bahwa itu adalah sesuatu yang impresif, tetapi Allah berkata bahwa "suatu dusta saja orang-orang yang mulia" (Maz. 62:9). Mengenai kemakmuran orang fasik, manusia berpikir bahwa itu sungguh menyenangkan dan menarik, tetapi Allah berkata bahwa itu adalah kebodohan dan mengantar orang kepada kehancuran (Maz. 73:18). Mengenai kesusahan, manusia merasa bahwa itu adalah sesuatu yang mengganggu, tetapi Allah berkata bahwa itu membawa orang kepada pertobatan (Maz. 119:67, 71) dan pertumbuhan rohani (Rom. 5:5). Mengenai kekuatan militer, manusia menaruh percaya padanya, tetapi Allah berkata bahwa ada keselamatan pada Tuhan (Ams. 21:31). Mengenai kemiskinan, manusia menghindarinya dengan segala cara, tetapi Allah berkata bahwa kadang-kadang itu lebih baik daripada kekayaan (Ams. 15:16-17; 19:1; Yak. 2:5). Mengenai anak-anak, manusia merasakan mereka sebagai beban, tetapi Allah berkata bahwa mereka adalah warisan dari Tuhan dan berbahagialah orang yang tabung panahnya penuh dengan anak-anak itu (Maz. 127). Mengenai teori evolusi, manusia berpikir itu adalah ilmu pengetahuan yang brilian, tetapi Allah mengatakan bahwa itu adalah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan- pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan (1 Tim. 6:20). Mengenai lelucon konyol dan kotor, manusia berpikir bahwa itu seru dan cool, tetapi Allah mengatakan bahwa itu adalah kesia-siaan (Pengkhot. 7:5-6) dan mendatangkan murkaNya (Ef. 5:4-6). Mengenai meninggikan dan memuji diri sendiri, manusia berpikir bahwa itu adalah seseuatu yang bijak, tetapi Allah berkata, "Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan" (Mat. 23:12), dan "Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri" (Ams. 27:2). Mengenai kecongkakan hidup, manusia berpikir bahwa itu patut dipuji, tetapi Allah mengatakan itu berasal dari Iblis dan akan berlalu (1 Tim. 3:6; 1 Yoh. 2:15-17). Mengenai kerjasama antar agama, manusia berpikir bahwa itu sangat menolong, tetapi Allah berkata bahwa Kristus tidak ada hubungannya dengan Belial (2 Kor. 614-15). Mengenai sifat manusia, manusia berpikir bahwa itu pada dasarnya baik, tetapi Allah berkata bahwa tidak ada seorangpun yang benar, tidak seorangpun (Rom 3:12). Mengenai agama, manusia berpikir bahwa semua agama memiliki kebenaran dan menuntun kepada Allah yang sama, tetapi Allah berkata bahwa Yesus adalah jalan dan kebenaran dan hidup, dan tidak ada yang datang kepada Bapa kelau tidak melalui Dia (Yoh. 14:6). Mengenai neraka, manusia berpikir bahwa itu adalah mitos agamawi, tetapi Allah mengatakan itu akan menjadi akhir dari semua orang yang mati tanpa Kristus (Yoh. 3:36). Orang yang bijak akan menyocokkan pikirannya dengan Allah punya dengan cara merendahkan dirinya dihadapan kedaulatanNya dan menyelidiki FirmanNya. "....Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah" (Luk. 16:15).
Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)
Readmore...

RICK WARREN MENGATAKAN COBALAH YESUS UNTUK 60 HARI

Berikut ini disadur dari A Little Leaven, 4 Des. 2008: "Penampilan Rick Warren tanggal 4 Des. 2008 di acara Hannity and Colmes adalah setengah bagus dan setengah jelek. Kami memberikan sedikit nilai positif karena ia tidak mengalah dalam masalah Yesus sebagai satu-satunya jalan. Tetapi, sekali lagi Warren membungkuk dalam-dalam dalam usahanya untuk menghilangkan sedikitpun bau tidak menyenangkan dari salib dengan cara meminta Alan Colmes untuk memberikan Yesus masa percobaan 60 hari dan `coba lihat apakah Yesus tidak akan mengubah hidupmu.' Warren, sama seperti sales mobil yang payah, mencoba untuk menjual Injil dengan memaparkan keunggulan-keunggulan Injil dalam bentuk poin-poin presentasi. Sekali lagi Warren melompati isu tentang dosa manusia dan pemberontakan terhadap Allah dan ia tidak memanggil orang kepada pertobatan dan iman dalam Yesus Kristus, malah ia meminta agar orang yang tidak percaya `memberi Yesus 60 hari masa percobaan,' dan mengklaim bahwa `jika Yesus tidak mengubah hidupmu maka anda boleh memperoleh uang kembali.' Bisakah kita melakukan recall terhadap Rick Warren? Kami (orang Kristen sejati) menginginkan wakil yang lain. Kami mau diwakili oleh seseorang yang tidak malu akan Injil and yang akan dengan berani menyatakan penghukuman atas dosa manusia, yang memanggil manusia kepada pertobatan dan menayangkan kematian Yesus Kristus di atas salib untuk pengampunan dosa. Pendekatan Warren yang `seeker-sensitive, ' lembek, dan tidak-ofensif untuk `menjual' kekristenan sungguhlah memalukan." Readmore...

PENGINJILAN DENGAN MUSIK ROCK "KRISTEN"

Para pendukung rock Kristen mengklaim bahwa musik rock Kristen adalah alat yang sangat diperlukan untuk penginjilan. Buku "Reaching a Generation for Christ," yang diedit oleh Richard Dunn dan Mark Senter, menggambarkan filosofi ini: "Musik kontemporer masihlah salah satu alat yang terbaik untuk membangun hubungan dengan anak-anak muda Kristen dan adalah salah satu pancing yang terbaik untuk menjala orang-orang yang terhilang." Saya (David Cloud) telah meneliti Contemporary Christian Music selama 30 tahun. Saya telah mendengarkan dan membaca lirik ratusan lagu, mengunjungi sedikitnya 300 website yang dibuat oleh para musisi CCM dan fans mereka, mendengarkan stasiun radio CCM di berbagai belahan negara (AS), dll. Kadang ada sedikit Injil yang diberitakan oleh para artis CCM, tetapi jelas bahwa Injil bukanlah penekanan utamanya. Bahkan, penginjilan sepertinya adalah prioritas yang sangat rendah. Perhatikanlah LAGU-LAGU mereka sendiri. Hanya persentase yang sedikit sekali yang memberikan berita keselamatan secara jelas. Tambahan lain, dalam kebanyakan kasus, pesan yang diberikan, apapun itu, tenggelam dalam bisingnya musik. Mayoritas besar WEBSITE-WEBSITE oleh para artis atau fans CCM tidak mengandung berita Injil atau tantangan keselamatan bagi orang yang belum percaya. Kebanyakan BIOGRAFI atau WAWANCARA dengan artis-artis CCM tidak mengandung kesaksian keselamatan yang jelas atau tantangan kepada orang-orang yang belum selamat. Pertimbangkan juga, KONSER-KONSER. Sangatlah jarang ada pesan Injil yang jelas diberikan dalam konser rock Kristen. Realitanya, CCM semata-mata adalah mengenai musik yang sensual. Intinya, para penganut CCM cinta mati kepada rock & roll.
Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)
Readmore...

ORANG-ORANG BUDDHA MENANGKAPI ORANG-ORANG KRISTEN DAN MEMAKSA MEREKA UNTUK MASUK BUDDHA

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)

Berikut ini disadur dari "Buddhist Clerics Take Christians Captive," Worthy News, 22 Des. 2008: "Para biarawan Buddha dan pejabat dewan setempat sedang menahan 13 orang Kristen yang baru bertobat di sebuah padoga di daerah pegunungan bagian tenggara Bangladesh, untuk mencoba memaksa mereka kembali lagi ke Buddhisme. Seorang jurubicara dari Parbatta Adivasi Christian Church memberitahu Compass bahwa `nasib orang-orang Kristen itu sungguh menyedihkan. ' Para pejabat pemerintah setempat di sub-distrik Jorachuri, distrik Rangamati, 300 km tenggara dari Dhaka, membantu para biarawan Buddha menahan para Kristen itu, katanya. `13 orang Kristen dari suku itu dibawa paksa ke pagoda tanggal 10 Desember, agar mereka menerima Buddhisme walaupun bertentangan dengan kehendak mereka sendiri,' dia menjelaskan. `Mereka akan disimpan di pagoda itu selama 10 hari untuk menjalankan ritual masuk Buddha – mencukur kepala mereka, dan mereka akan diberikan jubah kuning untuk dipakai.' Semua orang Kristen yang ditangkap adalah laki-laki usia 28 hingga 52 tahun, dia menambahkan. Mereka menjadi Kristen sekitar 4 bulan yang lalu..... `Sang pemimpin mengancam akan memukuli para Kristen jika mereka tidak mengubah iman mereka kepada Buddhisme,' katanya. `Sang pemimpin juga mengancam, "jika kamu menjadi Kristen lagi, kami tidak akan membiarkan kamu hidup."'
Readmore...

Tuesday, 6 January 2009

Anak Perempuan Kristen Yang Cacat Mengampuni Para Penyerang

Berikut ini disadur dari WorldNetDaily, 16 Des. 2008: “Para ekstrimis Hindu bisa saja telah membakar wajah seorang anak perempuan Kristen berumur 10 tahun, dan telah melukai dia dengan pecahan bom pada 40 persen tubuhnya, dan memaksa keluarganya bersembunyi di hutan dan lari ke camp pengungsian di Orissa, India, tetapi kesusahannya tidaklah mengguncang iman dan rasa syukurnya kepada Tuhan musim ini...Wajah Nayak menjadi cacat setelah para ekstrimis Hindu membom rumah yang ia tinggali pada tanggal 26 Agustus. Mereka masuk ke dalam rumah itu dan membakarnya sementara Nayak dan saudara-saudaranya yang kecil bersembunyi di dalam WC kecil. Sebelum meninggalkan rumah itu, para Hindu meninggalkan sebuah bom di lemari, menurut laporan. Sementara anak perempuan kecil itu melihat-lihat kehancuran yang terjadi, bom itu meledak dan membakar wajahnya. Ledakan juga menghantamkan pecahan-pecahan ke dalam wajah, tangan, dan punggung......Nayak menghabiskan waktu 45 hari untuk pulih di Rumah Sakit. Walaupun melalui semua kesusahannya, dia saat ini riang dan mengucap syukur kepada Allah karena telah menyembuhkannya....Para penyerang Hindu telah bersumpah akan melancarkan serangan besar-besaran lagi terhadap orang-orang Kristen selama Natal.....Para Hindu menawarkan uang, makanan, dan alkohol bagi barangsiapa yang membunuh orang Kristen dan yang menghancurkan rumah-rumah mereka – terutama para gembala sidang. Ribuan rumah dan gereja telah dihancurkan, dan orang-orang Kristen terpaksa melarikan diri dari kekerasan itu. Banyak yang telah disirami minyak dan dibakar setelah menolak untuk menyangkali iman Kristen mereka.....Walaupun begitu, Nayak mengajak orang-orang Kristen India untuk mengampuni para penyerang Hindu mereka. ‘Kami mengampuni para Hindu radikal yang menyerang kami, yang membakar rumah-rumah kami,’ dia memberitahu Asia News. ‘Mereka bertindak di luar pikiran mereka, mereka tidak kenal kasih Yesus. Karena itulah, saya kini mau belajar sehingga ketika saya lebih tua saya dapat memberitahu semua orang betapa Yesus mengasihi kita. Inilah masa depan saya.’”
Readmore...