Sumber : Way of Life
Penerjemah : Dr. Steven Liauw
Uskup Episkopal yang telah pensiun, John Spong, mengatakan bahwa Neraka adalah ciptaan gereja. Dalam sebuah wawancara dengan Keith Morrison dari "Dateline NBC," 31 Agus. 2006, uskup yang sangat kacau ini berkata: "Saya rasa neraka tidak eksis. Saya percaya ada kehidupan setelah kematian, tetapi saya rasa tidak akan ada istilah pahala dan penghukuman. Agama selalu mencoba untuk mengendalikan. ....Gereja tidak suka orang bertumbuh, karena anda tidak bisa mengendalikan orang-orang dewasa. Itulah sebabnya kita sering berbicara mengenai lahir baru. Kalau anda lahir baru, anda kembali menjadi anak kecil. Manusia tidak perlu lahir baru, mereka perlu menjadi dewasa. Mereka perlu menerima tanggung jawab atas diri mereka sendiri dan atas dunia." Dalam bukunya, "Rescuing the Bible from Fundamentalism, " tahun 1991, Spong mengatakan: "Apakah saya mengusulkan bahwa cerita tentang kelahiran dari perawan adalah tidak benar secara literal? Jawabannya secara sederhana adalah `Ya.' Tentu saja narasi-narasi ini tidak secara literal benar. Bintang tidak bergerak-gerak, malaikat tidak bernyanyi, perawan tidak melahirkan, orang majus tidak pergi ke negeri yang jauh untuk memberikan hadiah kepada seorang anak kecil, dan gembala-gembala tidak mencari-cari juruselamat yang baru lahir." Denominasi yang membiarkan satu saja pengkhotbah untuk memegang kesesatan dan penghujatan seperti ini tanpa melakukan disiplin padanya, tidak berhak untuk disebut Kristen, dan Gereja Episkopal di Amerika telah mengizinkan hal seperti ini untuk terjadi sejak awal abad kedua puluh. Tidak heran mereka kini menahbiskan homoseksual. Sebuah "gereja" yang liberal theologinya, akan menjadi immoral dalam tingkah lakunya.
Sumber : Way of Life
Penerjemah : Dr. Steven Liauw (GITS)
Readmore...
Berikut ini disadur dari A Little Leaven, 4 Des. 2008: "Penampilan Rick Warren tanggal 4 Des. 2008 di acara Hannity and Colmes adalah setengah bagus dan setengah jelek. Kami memberikan sedikit nilai positif karena ia tidak mengalah dalam masalah Yesus sebagai satu-satunya jalan. Tetapi, sekali lagi Warren membungkuk dalam-dalam dalam usahanya untuk menghilangkan sedikitpun bau tidak menyenangkan dari salib dengan cara meminta Alan Colmes untuk memberikan Yesus masa percobaan 60 hari dan `coba lihat apakah Yesus tidak akan mengubah hidupmu.' Warren, sama seperti sales mobil yang payah, mencoba untuk menjual Injil dengan memaparkan keunggulan-keunggulan Injil dalam bentuk poin-poin presentasi. Sekali lagi Warren melompati isu tentang dosa manusia dan pemberontakan terhadap Allah dan ia tidak memanggil orang kepada pertobatan dan iman dalam Yesus Kristus, malah ia meminta agar orang yang tidak percaya `memberi Yesus 60 hari masa percobaan,' dan mengklaim bahwa `jika Yesus tidak mengubah hidupmu maka anda boleh memperoleh uang kembali.' Bisakah kita melakukan recall terhadap Rick Warren? Kami (orang Kristen sejati) menginginkan wakil yang lain. Kami mau diwakili oleh seseorang yang tidak malu akan Injil and yang akan dengan berani menyatakan penghukuman atas dosa manusia, yang memanggil manusia kepada pertobatan dan menayangkan kematian Yesus Kristus di atas salib untuk pengampunan dosa. Pendekatan Warren yang `seeker-sensitive, ' lembek, dan tidak-ofensif untuk `menjual' kekristenan sungguhlah memalukan." Readmore...
Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)
Berikut ini disadur dari "Buddhist Clerics Take Christians Captive," Worthy News, 22 Des. 2008: "Para biarawan Buddha dan pejabat dewan setempat sedang menahan 13 orang Kristen yang baru bertobat di sebuah padoga di daerah pegunungan bagian tenggara Bangladesh, untuk mencoba memaksa mereka kembali lagi ke Buddhisme. Seorang jurubicara dari Parbatta Adivasi Christian Church memberitahu Compass bahwa `nasib orang-orang Kristen itu sungguh menyedihkan. ' Para pejabat pemerintah setempat di sub-distrik Jorachuri, distrik Rangamati, 300 km tenggara dari Dhaka, membantu para biarawan Buddha menahan para Kristen itu, katanya. `13 orang Kristen dari suku itu dibawa paksa ke pagoda tanggal 10 Desember, agar mereka menerima Buddhisme walaupun bertentangan dengan kehendak mereka sendiri,' dia menjelaskan. `Mereka akan disimpan di pagoda itu selama 10 hari untuk menjalankan ritual masuk Buddha – mencukur kepala mereka, dan mereka akan diberikan jubah kuning untuk dipakai.' Semua orang Kristen yang ditangkap adalah laki-laki usia 28 hingga 52 tahun, dia menambahkan. Mereka menjadi Kristen sekitar 4 bulan yang lalu..... `Sang pemimpin mengancam akan memukuli para Kristen jika mereka tidak mengubah iman mereka kepada Buddhisme,' katanya. `Sang pemimpin juga mengancam, "jika kamu menjadi Kristen lagi, kami tidak akan membiarkan kamu hidup."'
Readmore...